Pengaruh Game Online di Kalangan Remaja

Posted: Januari 6, 2010 in Tulisan, Umum

Pengaruh Game Online di Kalangan Remaja

Akhir-akhir ini bagi para kalangan pelajar mungkin tidak asing dengan permainan game online. Bisnis warnet yang berada di belakang berkembangannya permainan game online ini menjamur di kota-kota besar di Indonesia. Perkembangan warnet di Indonesia saat semenjak beberapa tahun ini terlihat sangat pesat. Bayangkan saja jumpai hampir disetiap pinggir jalan dapat kita temui beberapa warnet yang menyediakan fasilitas internet untuk browsing maupun game online. Dari hasil survey yang kami lakukan, di beberapa warnet ini umumnya terlihat dipenuhi oleh kalangan pelajar yang tak kelak selalu datang untuk menghabiskan waktunya bermain game online dan terkadang mereka rela untuk tidak masuk sekolah ( bolos ) hanya demi bermain game online. Apa yang dilakukan pelajar tersebut terkadang tanpa diketahui oleh orang tua mereka, ada saja alasan mereka untuk meyakinkan orang tua nya, entah itu belajar di rumah teman, atau ada acara sekolah. Dalam hal ini seharusnya para orang tua harus lebih memperhatikan lagi anak – anak mereka, paling tidak mengetahui kemana mereka setelah pulang sekolah.

Untuk mengetahui lebih dalam fenomena ini, kami mencoba melakukan survey langsung dan sekaligus wawancara kepada beberapa pengguna fasilitas warnet (game online) ini di salah satu warnet di daerah Pondok Gede, Bekasi. Di tempat ini bisa dibilang selalu ramai/diminati oleh para pelajar yang ingin bermain game online.

Sebelum melakukan wawancara terhadap beberapa pelajar, kami menyempatkan diri untuk terlebih dahulu bertanya – tanya dengan salah satu Operator di warnet tersebut, sebut saja namanya “Mas Galuh” yang baru sekitar 4 bulan bekerja sebagai Operator di tempat tersebut. Lalu kami melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya, diantaranya adalah :

  • “Siapa saja sih yang sering datang ke tempat game online ini?”,

Jawabnya :

“biasanya yang datang kemari rata – rata anak SD,SMP dan SMA dan kebanyakan dari mereka mengambil paket 5 jam dari pukul 7-12 siang”. Dari sini kita lihat bahwa paket tersebut merupakan waktu yang seharusnya sekolah, sehingga bisa kita ambil kesimpulan bahwa mereka membolos pada jam tersebut dan memilih bermain game online di warnet tersebut.

  • “Apa sih yang biasa dimainkan oleh para pelajar dan menurut mas sendiri bagus gak permainan game online bagi para pelajar pada umumnya ?”,

Jawabnya :

“rata – rata para pelajar tersebut bermain game online seperti Ayodance, RF, DotA, Point Blank, dan tak ayal mereka juga juga membuka jejaringan sosial seperti Facebook untuk sekedar mengupdate status. Kemudian ketika ditanyakan bagus tidak nya bermain game online bagi pelajar, menurut nya tergantung dari pribadi para pelajar itu sendiri bagaimana mereka dapat mengatur waktunya dimana saat waktu untuk sekolah dan bermain lalu dari game online ini mungkin ada nilai baik dan buruknya, untuk buruknya pasti lebih banyak mereka bisa lupa akan kewajibannya untuk belajar, lupa waktu hingga tidak sekolah dan baiknya mungkin mereka bisa mendapatkan banyak teman baik nyata maupun di dunia maya”.

Selepas kami bertanya – tanya dengan Operator ditempat tersebut, kami melanjutkan dengan mewawancarai beberapa pelajar yang sedang bermain disana. Diawali dengan wawancara kami dengan salah satu siswa tingkat 5 SD sebut saja namanya Danu, dia sering sekali bermain game online ini selepas pulang sekolah, ketika ditanya apakan orang tuanya mengetahui, ujarnya orang tuanya pun mengetahui kebiasaanya bermain ditempat ini dan hanya berpesan kepadanya agar tahu waktu bermain. Kami pun bertanya juga kepadanya :

  • ” Apa enaknya sih bermain game online ini ,biasanya suka maen apa disini ?”,

Jawabnya :

” ya, emm…enak aja seru, biasanya maen Ayodance, leaf 4 dead sama buka facebook”. Bisa dibayangkan bahwa siswa sekolah dasar saja sudah tak awam tentang warnet, khusus nya agame onile tersebut, malah ia terlihat mahir sekali dengan menggunakan komputer apa lagi sudah paham betul menggunakan situs jejaringan sosial terkenal seperti  Facebook yang umunya digunakan oleh para remaja atau orang dewasa. Memang benar saja, perkembangan zaman saat ini sudah sangat pesat sekali anak – anak pun dapat menggunakan komputer dengan baik walaupun hanya bermain game online.

Dalam wawancara selanjutnya kami menyempatkan diri mewawancarai seorang siswi dari salah satu SMP Negeri sebut saja namanya adalah Grace dan Tika keduanya merupakan teman sekelas dan memang paling suka bermain game online terutama Ayodance mereka juga memanfaatkan game ini untuk bisa menambah teman apalagi mendapatkan kenalan seorang laki-laki. Mereka disini tidak merasa minder ataupun malu bermain disini yang meskipun mayoritas yang bermain disini adalah para laki – laki.

Kemudian dalam wawancara yang terakhir kami mewawancarai salah seorang pria yang di keluarkan oleh sekolahnya karena selalu sering tidak masuk sekolah karena lebih mementingkan game onlinenya. Dia bernama Ferdy yang semestinya saat ini masih duduk di bangku 2 SMA. Dia bermain game online ini sejak 1 SMP. Kami pun bertanya kepadanya :

  • ” Kenapa sih lw dikeluarin dari sekolah, terus game online apa yang lw maenin sekarang?”,

Jawabnya :

” Gw memang dikeluarin dari sekolah karena emank gw nya juga gak suka sama sekolahnya makanya gw lampiasin dengan bermain game online, kalo game online yang gw tekunin sekarang RF”. Hal seperti inilah yang jarang orang tua mengerti terhadap anaknya.

Ternyata dari game online ini permainan RF yang ia tekuni ini menghasilkan uang yang lumayan cukup untuk mengisi dompetnya dengan menjual ID RFnya yang telah jadi (hebat) seharga Rp 500.000,- tandasnya, yabngb secara logika itu sama saja dengan billing yang dibayarkannya selama bermain game tersebut.

Dari beberapa wawancara tersebut, kami bisa menarik beberapa kesimpulan :
Pegaruh negatif :

  • pelajar yang bermain game online hanya menghambur – hamburkan waktu dan uang secara sia – sia .
  • bermain game online membuat mereka menjadi ketagihan .
  • terkadang lebih merelakan sekolahnya untuk bermain game online (bolos sekolah).
  • dengan bermain game online tersebut juga bisa membuat mereka lupa waktu, untuk makan, beribadah, waktu untuk pulang ,dll.
  • dengan terlalu sering berhadapan dengan monitor secara mata telanjang dapat membuat mata nya menjadi minus , nyatanya umur mereka masih muda – muda.
  • anak tersebut jadi sering berbohong kepada orang tuanya karena ia awalnya pamit untuk berangkat sekolah ternyata ia bolos sekolah untuk bermain game online.

Pengaruh positif :

  • pelajar tersebut dapat menguasai komputer lebih lanjut .
  • dengan bermain game online secara langsung ia dapat mengerti bahasa Inggris yang dipergunakan pada gamenya tak jarang mereka juga mesti mengartikan sendiri kata – kata yang mereka tidak ketahui.
  • dari game online ini dapat menambah teman mereka walaupun hanya didunia nyata maupun maya .
  • bagi yang telah mempunyai ID dari salah satu game onlinenya yang telah jadi (GG) mereka dapat menjualnya dengan orang lain dan akhirnya mendapatkan uang dari hasil tersebut.

Saran dari penulis untuk pembaca (terutama yang masih kebablasan dalam bermain internet (game online) adalah jangan menjadikan kegiatan bermain game online menjadi suatu keharusan yang menyebabkan terbengkalai nya hal-hal lain yang lebih utama, jadikan game online sebagai hiburan saja yang sesekali menenangkan dikala suntuk, jangan lupa ibadahnya ketika bermain (pol-polan). Akhir kata sekian dan mohon maaf jika terdapat kesalahan-kesalahan dalam berkata.

Daftar Pustaka : Wawancara bersama (dudhy, risdo, susilo, dan vanessa).

Komentar
  1. yogi mengatakan:

    Saya juga mempunyai warnet, dan kebetulan warnet saya itu dibuka dirumah sendiri dan dekat dengan tetangga2.Sejenak rasa tak enak dengan tetangga dan mengakibatkan berpikiran negatif ke pihak warnet tersebut. Klo soal kecanduan sih itu tergantung pihak masing2. Tapi memang kebanyakan seperti itu dan saya pikir pasti banyak anak2 yang berbohong untuk meminta uang dengan alasan tertentu.Padahal uang tersebut buat bermain game.Nah yang saya membingungkan, mengapa anak2 SD diberi uang banyak n mengapa mempercayai alasan2 mereka yg mungkin setiap harinya sama.setiap anak2 yang bermain pasti saya tanyakan seperti : “ibunya gk nyariin, makan,dll….bla bla”.

    Tpi klo Game Online di tiadakan , otomatis warnet akan rugi, knp ? Soalnya dari sejumlah pengunjung warnet , rata2 yg bermain game online dan yg internetan itu jarang.Saya tidak tahu yg internetan hanya lagi ada tugas jika ke warnet.

    Bisa kasih solusi atau tidak !

    tolong balas di email saya yogicheese@msn.com

  2. DOMI mengatakan:

    SAYA JUGA SUKA MAIN POINT BLANK ATAU GEMSCOOL TAPI SAYA TDAK BOLOS SEKOLAH

    • zetaforce mengatakan:

      itu bagus gan,
      saya disini tidak menyalahkan bermain game, karna saya juga gamer,
      cuma sekedar mengingatkan kalau kita punya sisi lain kehidupan real kita, saya mengacungkan jempol sama mereka yang gamer tapi respect sama kehidupannya seperti anda,
      menghibur diri itu perlu juga,

      terima kasih udah berkomentar, ^^

      • andika mahendra mengatakan:

        kebanyakan mereka tidak prnh blajr sehingga merusak kerja otak

      • zetaforce mengatakan:

        http://id.news.yahoo.com/repu/20110223/twl-tiga-hari-nonstop-main-games-pria-ci-4d6e3f4.html

        Link di atas adalah hal terburuk dari seseorang yang candu game,
        untuk menghilangkannya mungkin agak berat ya untuk seorang yang sudah “gila” game,
        – pertama-tama harus ada niat dari anda sendiri untuk berhenti, setidaknya mengurangi, karna kalau untuk langsung berhenti mungkin akan menjadi sangat sulit,
        – cari kegiatan yang anda sukai selain nge-game untuk mengalihkan,
        – untuk amannya, lebih baik kalau mau bermain, main di rumah saja,
        – cari orang yang dekat dengan anda untuk membantu mengingatkan anda,

        intinya semua tergantung dari anda sendiri,

  3. yahya ayyash rifai mengatakan:

    thanks for artikel ini. sekarang kebanyakan orang hanya mementingkan dunianya saja. tidak berpikir akan nasib bangsa ke depan. akhlak dan moral anak bangsa sekarang irusak dengan internet seperti Game online.Kurangnya kesadaran orangtua dan kurangnya pengawasan. menurut saya, kita boleh2 saja sedikit refreshing, tapi jangan LARUT didalamnya. benarlah kata-kata hikmah “hiburlah dirimu sesaat barang sesaat saja”. jangan

    • zetaforce mengatakan:

      ya terima kasih, sama-sama,
      saya tidak menyalahkan soal adanya game ataupun game online, (karna saya juga seorang gamer-red)
      namun benar kata anda, menghibur diri itu perlu tapi barang sesaat, jangan jadi melupakan hal-hal yang lainya, apalagi ibadah.
      maka dari itu, dibuat artikel ini utuk sekedar mengingatkan pentingnya pengawasan dan respect terhadap anak bangsa.

  4. eaw mengatakan:

    waaaaaww ternyata gitu ya.

  5. Rian mengatakan:

    Betol tu………………………………………………

    :mr.green:

  6. Vandi ADi Nugraha mengatakan:

    TQ ya, Artikelnya, karena ini saya bisa mengerjakan karya ilmiah saya !!

  7. tio mengatakan:

    thax ya ….
    klo boleh tahu buku2 apa ya yang membahas tentang game online dan dampaknya bagi anak2…
    artikel ini bagus bgt untuk referensi skripsi saya…..

  8. permata aza mengatakan:

    gimana cara mw sembuhin dari game online aq pingin berhenti

  9. ryu mengatakan:

    Kk trims ya atas postmentna!

  10. KutuBlog mengatakan:

    Saluttt…. langsung survey,…..

    memang banyak sekali pelajar2 bahkan anak2 SD yang maen game online di zaman sekarang yang tentunya hal tersebut bisa mengganggu aktifitas belajar mereka

    http://duniabaca.com/pengaruh-game-online-bagi-kalangan-remaja-survey.html

  11. Rasyid mengatakan:

    nah kalo game online biasa sih ga pp tapi kayak game yang cari untung untuk beli cash itu bikin rugi harus keluarin uang yang lebih hanya untuk jangakuan hari yang pendek bahkan saya dengar om2x yang kerja rela uang gajian pun di habiskan hanya untuk membeli cash ,,,
    lalu bagai mana kalo anak-anak menghabiskan uang unruk hanya beli buat game itu masa depan nya gimana kurang belajar dan ketagihan terus

  12. indra mengatakan:

    bagus buat artikel nya..
    tapi kalo bisa d buat dalam karya tulis..

    yap… saya se7 dengan artikel ini
    karna game online hanya hiburan sesaat d saat suntuk

    apalagi sampai meninggalkan sekolah hanya karna ingin bermain gaame online
    itu adalah perbuatan yg tidak d benarkan d kalangan pelajar. :)

  13. andriansyah dani mengatakan:

    asslmkm..
    saya dapet tugas karya ilmiah tentang game online nih..
    menurut mas sendiri apakah game online berdampak positif ??
    lalu apakah budaya GO (game online) itu bisa di hilangkan atau di musnahkan ??? hehe
    thank’s before..

  14. […] : Zetaforce Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. Entri ini ditulis dalam […]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s